American Football - 1
Jangan salah sangka dulu, saya bukannya mau mengagung-agungkan keberadaan salah satu negara adi kuasa yang bercokol di Amerika Utara. Yah, kalau ada pelajaran yang baik bisa diambil, mengapa tidak dijadikan bahan pembelajaran. Kebetulan di Delft sekarang dapat siaran televisi American Football. Di samping asyiknya melihat pertandingan itu sendiri, saya mencoba melihat analogi-analogi yang bisa kita ambil dari olahraga paling populer di Amerika ini dengan kehidupan kita sehari-hari.
Tentu tahulah apa yang disebut American Football. Kalau di Eropa dan daerah persemakmuran negara-negara Eropa ini namanya Rugby. Perbedaan ada pada sistem bermain dan peralatan. American Football konon lebih mementingkan otak daripada otot, berbeda dengan di Rugby. Bahkan beberapa pemain American Football profesional, lulus dengan predikat cum laude. Strategi sangat berperan dalam American Football, bahkan saat ini sudah tercipta ribuan playbook yang berisi strategi dari coaches ternama pada olahraga ini.
Kalau dilihat dari kacamata bukan seorang penggemar olahraga, pasti ada komentar, buat apa orang baku hantam hanya untuk mengantar bola elipsoid ke ujung lapangan? Yang saya suka dari American Football adalah bagaimana strategi bermain kolektif itu begitu terasa. Karena sangat tidak mungkin hanya mengandalkan kemampuan individu, lain halnya dengan bola basket, sepak bola, dan lain-lain yang walaupun akan sangat baik jika bisa bermain kolektif, tapi seseorang bisa saja memenangkan permainan single handedly. Sebut saja Michael Jordan dan Maradona.
Lain halnya dengan di Rugby juga, tim American Football terdiri atas beberapa sets yakni tim menyerang, tim bertahan, dan tim penendang. Semuanya memerlukan beberapa peran. Ada pemain yang menahan laju pemain lawan(offensive dan defensive line), ada pemain yang bertugas membagi bola (quarter back), ada pemain yang bertugas berlari dan menangkap bola (running back dan tight end), ada yang menendang bola (kicker), dan lain-lain. Semua saling berkomunikasi.
Saking pentingnya komunikasi bahkan beberapa helm pemain dilengkapi perangkat komunikasi untuk berbicara dengan pelatih. Kemudian beberapa pemain itu mengkomunikasikan dalam bahasa sandi dengan pemain lain di lapangan. Di sini peran seorang quarter back sangat penting, ia mengatur semua letak pemain agar dengan mudah ia bisa membagi bola kepada pemain yang akan berlari memasukkan bola (running back). Kalau di psikologi organisasi, pelatih sebagai planter, sang quater back memegang peran sebagai koordinator,
atau yang memberikan ide, sedangkan running back sebagai completer/finisher atau orang yang menyelesaikan tugas.
Semuanya perlu dukungan team players, yaitu orang yang mementingkan tim daripada dirinya sendiri, inilah yang diambil oleh offensive line dan defensive line yang bertugas menahan laju pemain lawan.
Analogi tersebut di atas kadang terlupakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua orang ingin memegang peran tertentu yang padahal kita itu dilahirkan dengan memiliki peran masing-masing. Memang benar, nantinya seorang defensive atau offensive liners tidak akan seterkenal quarter back misalnya. Karena ia tidak akan menjadi sorotan publik, tapi tanpa adanya liners, quarter back tidak bisa menjalankan tugasnya.
Jadi sebetulnya yang perlu disadari adalah peran apa yang kita inginkan dalam hidup ini? Menjadi quarter back? Running back? Defensive atau offensive liners? Kemudian lihat potensi diri, kenali lingkungan sekitar peran apa yang bisa kita kontribusikan. Dan lakukan dengan ikhlas demi kemashlatan bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Selamat Datang Di Area RISING EAGLE Silakan Dicoment