Judul Di Atas Membuat Saya Berpikir Begini..Begitu Dan Akhirnya Saya Temukan.. Yahahahahaha.. Ini Dia..Cara Membuat Kaki Menjadi Tidak Capek Dan Menjadi Cepat Saat Bermain American Football
menurut gw cara ini salah satu metode atau cara dalam dunia olahraga untuk meningkatkan kemampuan atlet secara cepat namun beresiko. Ada 2 akibat yang dapat ditimbulkan dari cara ini yaitu : 1. Akibat Positif berlari menggunakan gelang beban berakibat otot kaki seorang pemakainya dapat berkembang melebihi kemampuan ketahanan otot normalnya sehingga dapat menambah tingkat kemampuan seorang atlet dalam aktifitasnya dalam dunia olahraga, misalnya seorang pemain sepakbola dalam suatu pertandingan hanya dapat berlari selam 45 menit namun karena dia melakukan latihan ini kemampuan ketahanan kakinya akan bertambah secara signifikan karena telah terbiasa menopang berat yang lebih saat menjalani latihan. Atau penambahan tinggi loncatan pada pemain basket yang tentu amat berguna bagi seoran atlet saat menjalani pertandingan.
2.Akibat negatif bagi atlet yang memang memiliki struktur tulang yang kecil sejak lahir tidak disarankan untuk melakukan metode ini karena hal ini akan mengakibatkan efek yang tidak baik pada penggunanya juga penggunaan metode ini dengan tidak bijak karena hanya ingin menjadi "lebih" dengan cepat hanya akan mengakibatkan kontur tulang kaki tersiksa sehingga resiko tingkat cidera amat tinggi.
pada dasarnya metode ini baik digunakan asal sesuai dengan kemampuan tubuh si pengguna dan dilakukan dengan bertahap.
Pagi-pagi sekali si Fulan berangkat ke kampus dengan berjalan kaki, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Sialnya ia tidak membawa payung. Apa yang harus ia lakukan? Posisinya 50 meter dari tempat berteduh terdekat. Sebagai mahasiswa fisika, si Fulan mulai menghitung untung ruginya. Pernahkah Anda berada pada situasi yang sama?
Faktor apa saja yang mempengaruhi perhitungan? Apakah bentuk dan ukuran tubuh, intensitas air hujan, kecepatan air hujan, sudut jatuhnya air hujan, kecepatan berlari, atau jarak tempuh? Wah… Si Fulan harus berpikir cepat.
Untuk menyederhanakan perhitungan anggap saja si Fulan berbentuk balok (Spongebob Squarepants). Tingginya adalah h=170 cm, lebar d=40 cm dan tebal w=25 cm. Anggap juga semua tetes air hujan punya kecepatan sama. Kecepatan (terminal) air hujan kira-kira [lihat referensi 1]: va = 8 meter/detik dengan arah vertikal. Intensitas air hujan kira-kira [referensi 2]: S = 20 kg/m2/jam (ahli meteorologi menyebutnya 20 mm/jam). Si Fulan berlari dengan kecepatan vF = 2 meter/detik.
Jadi bagaimana cara menghitungnya? Gerak itu relatif, jelek itu absolut. Untuk menghitung kecepatan perlu ditentukan acuannya. Kalau acuannya bumi, seperti disebutkan di atas, kecepatan air hujan 8 meter/detik. Kalau acuannya air hujan? Air hujan diam, bumi yang bergerak ke atas, begitu juga dengan si Fulan. Meskipun demikian si Fulan juga bergerak horizontal. Menurut acuan air hujan, si Fulan yang pada diagram di bawah digambarkan sebagai balok, bergerak menempuh garis putus-putus.
Banyaknya air hujan yang mengenai tubuh berbanding lurus dengan volume sapuan, yaitu luas ABEFDCA kali lebar d. Sudut Ө bergantung pada kecepatan berlari, tan Ө = va/vF. Makin cepat si Fulan berlari, makin kecil sudut Ө. Perhatikan bahwa luas ABDC tidak bergantung pada Ө. Artinya volume air hujan yang mengenai bagian depan tubuh, tidak bergantung pada kecepatan berlari. Luas ABDC = h.L. Massa air hujan yang tersapu m1 = (S/va) d h L = 24 gr, yang kira-kira setara dengan 24 ml.
Luas BEFD= w(L + w/2) va / vF. Di sinilah kecepatan berlari menjadi penting. Variabel lain yang ikut serta adalah panjang lintasan L, tebal badan w, dan tentu saja lebar badan d. Jika L >> w, maka suku ke-2 dapat diabaikan. Massa air hujan yang tersapu m2 = S / va d w (L + w/2)va/vF = 14 gr. Massa total air hujan yang membasahi tubuh adalah m = m1 + m2 = 38 gr.
Seandainya si Fulan hanya berjalan dengan kecepatan seperlima kecepatan berlarinya maka m2 = 70 gr. Artinya ada tambahan 56 gram air hujan. Si Fulan lalu berteriak dalam hati:
“Eureka!”
Saat si Fulan akhirnya memutuskan untuk berlari, badannya sudah terlanjur basah kuyup.
Bagaimana cara berlari yang paling efisien saat hujan? Dari diagram di atas, jelas bahwa jika balok dimiringkan dengan sudut Ө maka volume sapuan menjadi minimum. Jadi, kapan-kapan kalau kehujanan cobalah sambil berlari, condongkan badan anda ke depan.
American Football atau sepakbola ala Amerika dikenal sebagai olahraga yang mementingkan strategi dan kekuatan fisik. Pemain mendapatkan skor dengan cara mengoper bola ke teman satu timnya dengan cara melempar. Pemain juga harus menghadang musuh dengan cara menabrakkan dirinya. Karena jenis permainannya yang keras dan mementingkan kekuatan fisik, para pemain dilengkapi dengan pelindung tubuh penuh, mulai dari helm hingga baju khusus dipakai tiap pemain untuk mencegah cidera. Namun justru perlindungan penuh itu berefek kurang baik pada tubuh, yaitu bisa membuat tinggi pemain menyusut. Penyusutan itu bisa terjadi sementara atau permanen. Dr. Brian Campbell yang dikutip detikhot dari Health24 telah melakukan penelitian di 10 sekolah menengah ke atas yang memiliki prestasi di bidang American Football. Hasil penelitian itu cukup mengejutkan. Rata-rata tinggi pemain sebelum mulai permainan adalah sekitar 176,5 cm dan setelah permainan berakhir, rata-rata tinggi pemain menyusut ke angka 175,81 cm. Bukan hanya perlengkapan pelindung yang berpengaruh buruk bagi pemain, namun pola permainan yang keras dan kasar pun ternyata mempengaruhi penyusutan tersebut. Dr. Brian memberikan tipsnya agar penyusutan itu dapat dicegah. Menurutnya ada baiknya ketika beristirahat, para pemain diberi kesempatan untuk meluruskan kakinya sejenak. (sumber berita: detikhot.com) Jadi, karena orang Indonesia sudah pendek-pendek, mending jangan main football ala Amrik, maen football ala Inggris aja… meskipun belum juga berprestasi…
Jadi pemain bertahan kayaknya boleh juga. Tapi posisi yang cocok buat gw yang mana yah?? Liat dulu deh penjelasannya…
Defensive Line: Mereka ini hampir sama kayak Offensive Line tapi udah jelas bahwa tugas Defensive Line ini adalah untuk “menghajar” barisan pertahanan penyerang lawan, meskipun semua pemain bertahan bisa merobohkan Quarterback lawan sesuai dengan taktik apa yang digunakan. Defensive Line ini ada pembagiannya lagi:
Defensive Tackle: DT ini yang berada di tengah-tengah line bertahan, biasanya ada dua, bahkan tiga juga bisa. Defensive Tackle bertugas untuk menghajar si QB (kalau mereka bisa melewati Offensive Linemen yang badannya ga kalah gede n kuat ama mereka), dan menghadang lari pemain yang membawa bola lewat tengah (bisa Running Back, bisa Fullback, bahkan bisa si QB sendiri).
Defensive End: Mereka ini yang ada di sisi luar Defensive Line. Fungsinya sama dengan DT, cuman DE ini menghadang runner yang lewat sisi luar. Biasanya, DE yang paling cepat ditaruh di sisi kanan defensive line (sisi kiri QB lawan) karena sisi itu adalah sudut mati si QB.
Linebacker: Nah, bagi yang baca Eyeshield 21, ini dia posisinya Seijuro Shin, (yang katanya) Linebacker terkuat sepanjang sejarah Jepang (dalam komiknya loh…). Linebacker posisinya ada di belakang defensive line, dan tugasnya kalo gak menghadang runner (dari tengah bisa, yang ke arah luar juga bisa), melakukan serangan ke QB, ya mengawal pergerakan wide receiver. Di permainan NFL, biasanya tim-tim sana make dua ato tiga Linebacker. Bayangin aja, tim yang punya TIGA Shin Seijuro… berjuang ampe mati deh tim yang nyerang… Bagi yang pernah ato sekedar tau game NFL Madden buatan EA Sports, kan ada tuh di dalemnya posisi LOLB, ROLB, dan MLB. Itu adalah linebacker, ada left outside linebacker, right outside linebacker, ama middle linebacker. Dari pembagian itu, ada yang termasuk dalam strong side dan weak side. Strong side linebacker biasanya ditaruh bersebrangan dengan tight end penyerang. Yang ada di posisi ini adalah linebacker yang terkuat karena dia harus mampu melewati blocker lawan untuk segera men-tackle running back penyerang. Kalo MLB, dia tuh seperti Quarterback-nya pertahanan. Jadi dia harus mampu membaca taktik penyerangan lawan dan menyusun strategi pertahanan. Untuk yang weak side, mereka ini adalah yang tercepat dari linebacker yang ada, karena mereka biasanya “berlaga” bersama wide receiver lawan.
Corner Back: Masih berhubungan dengan Eyeshield 21, ini posisi Ikkyu Hosokawa. Dia bener2 jadi pengganggu buat si Monta. Tugasnya ya jelas, mengawal wide receiver untuk mencegah bola ditangkap ama mereka. Kalo dalam blitz attack CB bisa men-sack quarterback lawan.
Safety: Ini adalah garis pertahanan terakhir. Karena posisinya yang paling jauh dari line of scrimmage (line di mana permainan awal di mulai), mereka bisa melakukan coverage terhadap pass yang datang. Ini artinya mereka juga membantu tugas CB. Dalam bertahan biasanya ada dua safety, Strong Safety (SS) dan Free Safety (FS). Sesuai dengan namanya, Strong Safety mempunyai kekuatan yang lebih di antara berdua, dan menghadang runner lawan. Untuk Free Safety, lebih cepat dari SS, dan mem-blok pass lawan.
Oh ya, corner back dan safety biasa disebut sebagai defensive back.
Sambungan sebelumnya, posisi menyerang lainnya nih…
Tight End (TE): Tight End ini mempunyai dua kemampuan, harus bisa mem-block defender lawan dan menerima passing dari QB. Bila seorang TE berada jauh dari Defensive Tackle, dia disebut Split End. Dalam formasi pertandingan modern biasanya terdapat satu Tight End dan satu Split End. Atau mungkin saja meniadakan TE dan menggantinya dengan Wide Receiver. Di komik Eyeshield, si idiot Taki ada di posisi ini.
Wide Receiver (WR): Ini dia, pemain yang mutlak harus mempunyai kecepatan dan teknik menangkap bola yang bagus. Dia bertugas menangkap pass dari QB, dengan cara melakukan pass route dan mencari ruang kosong untuk menerima bola. Tugas si WR ini ga gampang, karena dia dijaga oleh Corner Back lawan, yaitu pemain defender lawan yang khusus untuk mengawal si WR ini. Kalo di komik Eyeshield 21, nih posisi punya Monta ama Yukimitsu.
Fullback (FB): Ia bisa melakukan run, menerima pass, dan mem-blok lawan. Fullback zaman dulu biasanya mempunyai kemampuan yang lebih dari pada Running Back. Namun, kebanyakan formasi permainan sekarang ga masukkin FB. Kebanyakan tugas FB jika diperlukan adalah mem-blok lawan, yaitu dengan berlari menuju tengah, dan membuka jalan untuk Running Back.
Running Back (RB): Kalo soal kecepatan, si RB ini adalah yang tercepat di tim menyerang bersama dengan WR. Sena Kobayakawa di Eyeshield 21 adalah contohnya. Denger2 nih, syarat seorang RB di NFL tuh lari 40 yard (sekitar 36 meter) harus 4,4 detik! Bayangin aja, kecepatan segitu ga gampang!
Tailback (TB): Gw ga banyak tau tentang TB ini, yang gw tau yang namanya TB tuh sama dengan RB tapi dia berada jauh di belakang line, seperti di gambar sebelumnya.
Nah, serunya Amefuto tuh, taktik yang dijalankan bisa macem2! Bisa 1 RB, 2 TE, ama 2 WR. Bisa juga 2 RB, 1 TE, dan 2 WR. Ato bisa 1 RB, 1 TE, tapi WR-nya 3. Bisa juga ditambahin satu lagi WR, tapi TE ditarik keluar. Untuk formasi Shotgun, biasanya menggunakan yang itu, ato mungkin tanpa RB, jadi LIMA WR yang nyerbu. Bakalan kewalahan Corner Back lawan.
Huhuhu… gara-gara ter-influence oleh komik Eyeshield 21, gw jadi pengen banget nyobain yang namanya Amefuto (orang jepang nyebutnya gini). Kayaknya asik nih olah raga. Gw sampe ngebela-belain nyari cara mainnya di internet, yang paling gampang ya di wikipedia.
Setelah gw lihat, ternyata posisi di Amefuto tuh banyak, ga sebanyak yang ditampilin di komiknya. Tuh bisa diliat di gambar. Yang biru tuh yang nyerang, yang merah yang bertahan. Dalam Amefuto, kedua tim bergantian menyerang. Tiap tim yang menyerang punya kesempatan empat kali untuk mendapatkan jarak sejauh 10 yard. Segala cara (sesuai peraturan tentunya) harus dilakukan agar bola bisa maju sejauh 10 yard dalam empat giliran. Bisa dengan pass, run, ato dengan keduanya. Kalo dalam empat giliran ato kurang bisa memperoleh 10 yard, maka penyerangan terus dilakukan. Kalo ga bisa mendapat jarak 10 yard dalam 4 turn itu, maka tim yang bertahan gantian yang nyerang, dan sebaliknya yg nyerang jadi bertahan. Peraturannya simple, gitu aja.
Cuman, dalam permainan ga se-simple itu. Nyatanya, ga gampang membawa bola melampaui jarak 10 yard, di mana banyak pemain bertahan yang mencoba untuk menjatuhkan Quarterback sebelum ia melempar bola, dan ada juga corner back yang menempel ketat wide receiver.
Ini yang seru dalam Amefuto. Begitu banyak taktik dan unsur yang bisa diikutsertakan dalam pertandingan. Seperti yang dikatakan Hiruma Yoichi dalam Eyeshield 21: “Siapa yang bisa membuat lawan takut duluan dialah yang akan memenangkan pertandingan“. Hahaha…
Posisi-posisi menyerang:
Quarterback (QB): Dia ini sang komandan penyerang, dia yang mengatur alur dan pola serangan. Dia yang mengatur apakah bola mau dibawa dengan run ato dengan pass. Posisi ini sungguh berada di bawah tekanan para pemain bertahan, karena pemain defensive line lawan ingin merobohkan si QB ini sebelum dia sempat memberi bola pada kawannya. Untuk melindungi si jendral ini lah ada si Offensive Line.
Offensive Line: Lima orang ini adalah tembok pelindung QB. Mereka harus melindungi QB dengan kekuatan mereka yang tidak kalah dari Line lawan. Di posisi OL, ada tiga posisi lagi, yaitu Center (C), Offensive Tackle (OT), dan Offensive Guard (OG).
Center: Dia ini yang berada di bagian tengah, yang memegang bola pertama sebelum permainan dimulai.
Offensive Guard: Mereka ini bertugas sama seperti C dan OT, harus melindungi QB dalam permainan run atau pass. Dalam suatu keadaan tertentu, OG bisa mundur ke belakang linemen yang lain untuk menghadang pemain di kedua sisi Center, dalam permainan inside running atau outside running.
Offensive Tackle: Tugas utamanya adalah mem-blok defender lawan saat permainan pass ataupun run. Jika sang QB memakai tangan kanan (bukan kidal), maka OT bagian kiri QB harus melindungi sudut mati sang pengatur serangan, dan biasanya mempunyai kecepatan yang lebih dibandingkan linemen yang lain untuk menghadang serbuan yang cepat “speed rushers” dari posisi bertahan Defensive End (DE). Begitu pula sebaliknya jika sang QB kidal. Sama seperti OG, Tackle bisa bergerak mundur dalam permainan run, ketika ada Tight End (TE) dalam komposisi pemain.
Patut diketahui, linemen tidak boleh menyentuh bola, kecuali Center yang pada awal permainan memegang bola, yang disebut snap